Minggu, 03 Oktober 2010

pusaka pusaka dan aji ajian raja raja dan kesatria wayang



WAYANG
WAYANG
       cerita wayang




PUSAKA PUSAKA DAN AJI AJIAN RAJA RAJA DAN KESATRIA WAYANG

Abimanyu;
Wahyu Cakraningrat; keris Pulanggeni (pemberian Arjuna, ayahnya)

Anoman :
Kuku Pancanaka, Bayu bajra;

Antareja :
Sanjata upas,cincin mustika bumi: ambles bumi; Tirta Prawitasari; untuk menghidupkan orang mati diluar kehendak dewa)., Aji Kawastraman, yaitu ajian untuk alih rupa.

Arjuna :
Panah Pasopati, Sarotama, Ardhadedali (diberikan kepada Srikandi), keris Pulanggeni (diberikan kepada Abimanyu), keris Kala Nadhah (diberikan kepada Gatutkaca), Aji Sepi angin (pemberian Gandamana), Aji Danurwenda ((pemberian Pendita Durna) panah Sengkali, Cundamanik, Aji Mayabumi, Brahmastra, Brahmasirah (membuat alam cerah), Parjanya astra (alam menjadi gelap), agni astra (panah mengeluarkan api) Busur Gandhewa dari Batara Baruna, Angenyastra, Mergading, terompet karang Dewadatta. Aji ajian Arjuna : Aji Pengasihan, Aji Panglimunan, Aji Sepi Angin, Aji Tunggengmaya, Aji Mundri, Aji Pengasihan, Aji Asmara Cipta, Aji Asmara Tantra, Aji Asmarasedya, Aji Asmaratunda, Aji Asmaragama, Aji Anima, Aji Lqakuna, Aji Prapki, Aji Matimaq/Sempaliputra; Aji Kama Wersita; 

Cupu manik isi minyak Jayengkaton, Kendaraan :Kuda Ciptawilaha dan cambuk Pamuk pemberian dari Resi Wilawuk dari Pertapan Pringcendani.

Kuda Ciptawilaha dan cambuk Pamuk di bawa ke medan perang Baratayudha oleh Abimanyu, namun karena tipu daya Kurawa, Abimanyu terlepas dari para kesatria Pandawa lainnya,dan harus menghadapi beberapa Senapati Astina. yang telah mengepung Abimanyu, dan Abimanyu  menjadi sasaran empuk  ratusan anak panah dari Kurawa).Karena mereka takut dengan kehebatan Kuda Ciptawilaha, kuda pusaka, yang dibawa masuk ke pertahanan Kurawa.

Anglingdarma::
Aji Gineng

Arjuna Sasrabahu :
Senjata Cakra, Trisula, Brahalasewu

Aswatama :
Cundha manik;

Bagaspati :
Aji Candrabirawa ( diberikan kepada Salya)

Baladewa :
 Nanggala, gada Alugara;

Batara Guru :
Senjata Trisula, Aji Kemayan, Cupu Manik Astagina., Kendaraan :Lembu Andini;

Batara Indra:
Kendaraan :Gajah Aerawata, atau Gajah Erawata

Batara Kala:
Kala Nadhah (diberikan Prabu KalaTrembaka) dan Kala Dite(diberikan kepada Prabu Kala Karna) Kala Nadhah dari Prabu Trembaka, raja Pringgadani, kemudian jatuh ketangan Prabu Pandu dan diwariskan pada Arjuna, dan oleh Arjuna diberikan pada Gatutkaca, Kala Dite dari Prabu Kala Karna, jatuh ketangan Adipati Karna.

Batara Kamajaya
Aji Kemayan

Batara Surya :
Kendaraan :Kereta Jatisurya

Bhisma :
Aji Tamengwesi;

Bomanarakasura:
Pancasona Bumi;


Bukbis;
Sorot api; (dari kedua matanya keluar sorot api yang bisa membakar orang yang terkena sorot api.

Burisrawa;
Aji Welut Putih (Belut Putih)

Candrakirana (wayang gedog)
Sadalanang;


Danaraja;
Aji Rawerontek (jatuh ketangan Dasamuka)

Danurwenda
Aji Bandung Bondowoso,Aji Ungkal Bener dan Blabag Pangantol anto (pemberian kakeknya, Werkudara)l;


Dasamuka :
Senjata Candrasa, pedang sokayana, sengkayana atau pedang mentawa,Aji Pancasona, (semula milik Resi Subali),  Aji Rawerontek semula milik Prabu Danaraja, .gunturgeni;

Dewi Gangga (Ibu Bhisma);
panah Cucuk Dandang, Jungkat Widadari (Sisir Bidadari) bukan sembarang siir, karena bagian pegangannya yang runcing  bisa dijadikan patrem atau cundrik sakti.
Cundrik dari sisir bidadari ini, dipakai Bhisma, untuk mengalahkan Seta, sekaligus membunuhnya.

Drestarastra :
Aji Kumbala geni, (hampir membakar Werkudara)

Durcala, Dursala :
Aji Pangrayangan, Aji Gineng;


Dursasana :
Keris panjang besar Kyai Barla.

Drupada
Kyai Tundungmungsuh


Durna ;
Cundha manik, Nracabala.Aji Danurwenda;

Dwel Geduwel Breh;
Jamus Kalimasada (dilarikan Petruk, dan menjadi Raja Ngrancang Kencana, atau versi lain menyebutkan  kerajaan Lojitengara)

Gandamana :
Blabag Pangantol antol dan Aji Bandung Bondowoso ( diberikan kepada Werkudara) aji sepiangin(diberikan kepada Arjuna) kalung robyong Mustakawarih (diberikan pada Punta Dewa), dan aji Bandung Bandawasa,

Gatutkaca:
Caping Basunanda, Kutang Antakusuma, Aji Brajamusti, aji Brajadenta, Pancabajra, Krincingwesi,  Bajinggiring, garuda ngapak, aji Narantaka, terumpah madu kacerna.

Indrajit :
Nagapasa ada yang menyebut Nagabraja, Wimohanastra, Aji serep Megananda atau aji sirep Begananda;

Jayadrata:
Gada Rujakbeling,  gada Kyai Glenggam, ada yang menyebut Kyai Glinggang;

Karna:
Keris Kala Dite, panah Kunta Wijayandanu, (versi lain : panah Kunta dan panah Wijayandanu), Aji Kalalupa, Aji Balasrewu. Aji Danurwenda; Kumta senjata panah, versi lain berupa tomba


Kartamarma:
senjata limpung.


Kresna :
Senjata Cakra atau Cakrabaskara, kembang Wijayakusuma, Brahalasewu; Kendaraan: Kereta Jaladara


Kumbakarna;
Aji Gedongmengo,Pelak gelak sakethi.

Leksmana Widagda :
Panah Surawijaya.

Menakjingga; (wayang klitik)
Gada wesi kuning, pedang Sengkoyono; semula milik Prabu Kebo Marcuet, setelah Menakjingga tewas, pusaka pusaka tersebut menjadi pusaka Damarwulan.(jatuh ketangan Damarwulan)


Nakula:
Cupu berisi Tirtamanik (air kehidupan), untuk mengobati, orang sakit (pusaka pemberian Resi Badawanganala).

Palgunadi:
Cincin (ali ali)  Mustika Ampal (jatuh ketangan Arjuna), aji Danurwenda.

Permeya:
Tunggangan Raja Samodra Barlean : Gajah Hesthitama, membikin kacau Pendita Durna, Karena surakan perajurit Pandawa, mengatakan Aswatama mati, sedangkan pasukan kurawa meneriakkan Hestitama mati.Sedangkan kata hesti, bisa berarti gajah, jadi Hestitama adalah Gajahtama mati, atau bisa berarti estu (betul), jadi Hestitama, artinya Betul, tama mati.  

Matswapati
Selatimpuru


Pretiwanggana:
Pusaka panah Nracabala.

Punta Dewa:
Jamus Kalimasada, songsong Tunggulnaga dan tombak Karawelang;

Ramawijaya :
Panah Guwawijaya, ada yang menyebut panah Gunawijaya;

Rama Bargawa:
Pusaka Kapak Duwung, panah Barga Astra, yang menewaskan  Arjuna Sasrabahu.

Salya:
Aji Candrabirawa;

Sarpakenaka:
Kuku Pancanaka

Sasikirana;
Gada Lukitasari dan tombak Kyai Wilugarba (pemberian kakeknya, Werkudara)

Seta:
Aji Narantaka (diberikan kepada Gatutkaca), gada Pecatnyawa; gada Lukitasari (diberikan Werkudara)


Setyaki :
Gada Wesi kuning;

Sosrowindu :
Kemlandingan putih.

Srikandi;
Panah Ardadedhali (pemberian Arjuna,suaminya)

Subali :
Aji Pancasona, ada yang menyebut Aji Pancasonya; jatuh ketangan Dasamuka;

Suyudana;
Kulit keras, tidak mempan senjata, karena sinar cahaya dari mata ibunya.

Sumantri:
Senjata Cakra;

Sengkuni;
Kulit keras, tidak mempan segala senjata, karena mandi lenga tala.

Wibisana:
panah Indrasta yang mengembalikan wujud Indrajid, kembali menjadi mega.


Werkudara :
Gada Rujakpala, gada Lukitasari, gada Lambitamuda, aji Blabag pangantol antol, aji dan Aji Bandung Bondowoso, Bayubajra; Air Prawitasari.


Keterangan : mengenai Gada Lukitasari, ada beberaaaapa versi pemiliknya :

1. milik Werkudara pemberian Resi Seta;

2. Gada Lukitasari milik Setyaki, nama lain dari Gada Wesi Kuning.


Atas perhatian, dan semua bantuan serta dukungannya,lami ucapkan terima kasih.
Dihimpun oleh Wayang Wayang










2 komentar:

  1. matur nuwun.... kang.... bisa tambah informasi.... izin copy paste yoo.....

    BalasHapus
  2. Rahayu kang mas,
    Gosok menggosok ijin copas

    BalasHapus